MASALAH DAN RUMUSAN MASALAH

Posted by aA uNie Thea On Selasa, 08 November 2011 0 komentar


Pendahuluan
Manusia selalu dihadapi berbagai masalah dalam hidupnya. Jarang sekali orang dapat melewatkan waktunya tanpa menghadapi suatu masalah, besar atau kecil. Dan untuk mengantisipasi semua itu maka para ilmuan mengadakan penelitian untuk mengetahui darimana, sejauh mana, dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut..
Pembahasan
A.    Sumber masalah
Seperti yang telah dikemukakan penelitian pada dasarnya dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah.
Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, dan antara rencana dengan pelaksanaan.
Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan,dan kompetisi[1].
Sekurang kurangnya ada tiga sumber awal untuk memperoleh tema mengenai suatu permasalahan penelitian, yaitu:
a.    Diri sendiri
Yaitu dengan mendasarkan pada pengetahuan dari pengalaman ataupun pengamatan diri sendiri terhadap hal yang dapat dijadikan permasalahan penelitian.
b.   Orang lain
Yaitu mendasarkan pada  pengetahuan dari pengamatan atau pengalaman orang lain mengenai hal yang dapat dijadikan permasalahan penelitian. Seperti dengan cara bertukar pikiran dalam suatu diskusi dengan orang-orang yang ahli dalam hal tertentu.
c.    Tulisan atau karangan ilmiyah
Yaitu dengan membaca secara kritis berbagai tulisan atau karangan ilmiah, maupun laporan hasil penelitian mengenai hal yang dapat dijadikan focus perhatian penelitian[2].
B.     Pemilihan masalah
Memilih masalah untuk diteliti merupakan tahap penting dalam melakukan penelitian, karena pada hakikatnya seluruh proses penelitian yang dijalankan adalah untuk menjawab pertanyaan yang sudah ditentukan sebelumnya. Memilih masalah juga merupakan hal yang tidak mudah karena tidak adanya panduan yang baku. Sekalipun demikian dengan adanya latihan dan kepekaan ilmiyah, pemilihan masalah yang tepat dapat dilakukan.
Apabila akan mencari dan memilih masalah atau focus penelitian, jangan didasarkan atas perenungan, lamunan dan coba-coba. Coba focus ini dan kalau tidak tepat ganti lagi, coba lagi, ganti lagi dan seterusnya. Untuk memilih dan menentukan focus atau masalah penelitian, (bukan judul, sebab rumusan judul bias ditentukan kemudian), hendaknya bertolak dari bidang keahlian kitaatau bidang keahlian peneliti. Setiap bidang keahlian memiliki segi teoritis atau dasar keilmuannya, dan segi praktis atau aplikasi dari teori tersebut.[3]
Dalam melakukan pemilihan masalah dapat di pertimbangkan hal-hal berikut: [4]
a.    Dapat dilaksanakan.
Tentu sebelum kita menentukan masalah terlebih dahulu kita melihat apakah kita bias melakukan penelitian dengan masalah yang akan kita pilih
b.   Jangkauan penelitian
Apakah masalah cukup memadai untuk diteliti? Apakah jumlah variabernya sudah cukup? Apakah jumlah datanya sudah cukup untuk dilaporkan secara tertulis?.
c.    Keterkaitan
Apakah kita tertarik dengan masalah tersebut dan cara pemecahannya? Apakah masalah yang kita teliti berkaitan dengan latar belakang pengetahuan atau pekerjaan kita? Jika kita melakukan penelitian dengan masalah tersebut apakah kita akan mendapatkan nilai tambah bagi pengembangan diri kita.
d.   Nilai teoritis
Apakah masalah yang akan kita teliti  akan mengurangi adanya kesenjangan teori yang ada, apakah pihak-pihak lain, seperti pembaca atau pemberi dana akan mengakui kepentingan studi ini? Apakah hasil penelitiannya nanti akan memberikan sumbangan pengetahuan terhadap ilmu yang kita pelajari dan apakah hasil penelitianya layak untuk di publikasikan.
e.    Nilai praktis
Apakah hasil penelitiannya nanti aka nada nilai-nilai praktis bagi para praktisi dibidang yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti.
C.     Rumusan masalah
Rumusan masalah beda dengan masalah. Kalau masalah itu merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah ini merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.
·      Bentuk-bentuk rumusan masalah penalitian
Seperti telah di kemukakan, rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan di carikan jawabannya melalui pengumpulan data bentuk-bentuk rumsan penelitian masalah ini di kembangkan berdasrkan penelitian menurut tingkat ekspladasi.bentuk masalah dapat di kelompokan ke dalam bentuk masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif.
a.       Rumusan masalah deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap variabel[5] mandiri baik hanya satu variable atau lebih(variabel yang berdiri sendiri). jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variable itu pada sampel yang lain dan mencari hubungan variabel itu dengan variable yang lain.
b.      Rumusan masalah komparatif
Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
c.       Rumusan masalah asosiatif
Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih. Terdapat tiga hubungan yaitu; hubungan simetris, hubungan kausal,dan interaktif/timbal balik.
1)      Hubungan simetris
Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variable atau lebih yang kebetulan munculnya bersamaan. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif.
2)      Hubungan kausal
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat, jadi di sini variable independen (variable yang mempengaruhi ) dan dependen (di pengaruhi)
3)      Hubungan interaktif
Hubungan interaktif  Yaitu hubungan yang saling mempengaruhi, disini tidak di ketahui mana variable independen dan dependen.
Penutup
Pada dasarnya setiap orang memiliki masalah bahkan orang yang tidak mempunyai masalah akan dimasalahkan oleh orang lain (hanya orang gila yang tidak punya masalah). Namun seperti telah dikemukakan bahwa menemukan masalah yang betul-betul masalah bukan pekerjaan mudah. Oleh karena itu bila masalah penelitian telah ditemukan, maka pekerjaan penelitian telah 50% selesai. Dengan demikian pekerjaan menemukan masalah merupakan 50% dari kegiatan penelitian.


[1] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, 2007, alfabeta, bandung, Hal. 52
[2] Malo, Manasse Dkk, Metode Penelitian Sosial,  2005, Universitas terbuka, Jakarta, Hal 2.3
[3] Syaodih sukmadinata, Nana, Metode Penelitian Pendidikan, 2008, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung. Hal.270
[4] Sarwono, Jonatha, Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif, 2008, Graha Ilmu, Yogyakarta. Hal 36
[5] Yaitu segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari sehingga di peroleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

0 komentar:

Poskan Komentar