HAKIKAT MIMPI DALAM PERSPEKTIF AYATULLAH AL-UZMA MAKARIM SYIRAZI.

Bismillah.
Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad Wa Aali Muhammad.

Sebelum Menyimak Penjabaran Beliau Tentang Hakikat Mimpi, Ku Akan Berceloteh Sedikit Mengenai Tema Note Ini.

Beberapa Bulan Yang Lalu, Ku Pernah Menulis Note Yang Berjudul, “Diri Ku Yang Lain, Yang Hadir Di Mimpi Ku.” Dalam Paragraf Kedua Note Itu Ku Menulis Sebuah Defenisi “Serampangan” Tentang Mimpi, Bahwa, “Kata Kebanyakan Orang, Mimpi Adalah Bunga Tidur. Juga Kata Sebagian Orang, Mimpi Adalah Isyarat-Isyarat Yang Mempunyai Korelasi Dengan Dunia Nyata. Sedangkan Kata Sedikit Orang, Mimpi Adalah aktivitas Psikis Yang Terjadi Di Alam Bawah Sadar Sebagai Efek Dari Aktivitas Psikis Di Alam Sadar.” (Kata Ku Tanpa Rujukan).

Namanya Juga Defenisi “Serampangan”, Maka Mengundang Tanda Tanya Atas Sebuah Defenisi Adalah Suatu Hal Yang Wajar. Tapi Juga Jangan Heran Ketika Membaca Pemaparan Beliau Nantinya, Ada Kemiripan Defenisi Dari Beberapa Pendapat Yang Beliau Kutip. (Hehehe, Yang Pastinya Bukan Pendapat Ku Yang Beliau Kutip). ^_^
Okey, Mari Kita Baca Dan Telaah Bersama Penjelasan Beliau Tentang Mimpi, Atau Apakah Hakikat Mimpi Itu ?...
Ada Beberapa Pandangan-Pandangan Yang Berbeda Dalam Menanggapi Hakikat mimpi Secara Ringkas. Terdapat Interpretasi Yang Sangat Beragam Tentang Realitas Mimpi, Yang Dapat Di Kalam Dua Bagian :
1. Interpretasi Materi
2. Interpretasi Non-Materi.

PARA PENGANUT MATERIALISME Mengatakan Bahwa Mimpi Bisa Terjadi Karena Beberapa Sebab, Antara Lain :

a. Mungkin Saja Mimpi Merupakan Hasil Langsung Dari Pekerjaan-Pekerjaan Harian Manusia. Yaitu, ejadian Yang Menimpa Seseorang Pada Hari Sebelumnya Dan Tercerap Di Dalam Pikirannya Pada Saat Tidur.

b. Mungkin Juga Mimpi Merupakan Sebuah Rangkaian Sugesti Dan Harapan Yang Tak Tergapai. Seseorang Yang Tetidur Dalam Keadaan Haus, Ia Akan Melhat Air Di Dalam Tidurnya. Dan Seseorang Yang Sedang Menunggu Keberangatan Untuk Suatu Perjalanan, Ia Akan Meihat Kedatangannya Dalam Mimpinya.

c. Mungkin Juga Ketakutan Terhadap Sesuatu Telah Menyebabkan Seseorang Mengalami Ketakutan Tersebut Di Dalam Mimpinya. Hal Ini Telah Terulang Beberapa Kali Pada Orang-Orang Yang Takut Kepada Pencuri Dan Ia Malah Melihat Kehadiran Pencuri Di Dalam Mimpinya.

Freud Dan Penganut Ajarannya Mempunyai Intepretasi Materi Yang Lain Terhadap Mimpi. Mereka Menegaskan Bahwa Tidur Dan Mimpi Merupakan Sebuah Pemuasan Terhadap Hasrat Dan Keinginan-KeinginanYang Tak Terpenuhi Dan Tetindas Yang Senantiasa Hadir Di Alam Sadar Seseorang Dengan Perbahan-Perubahan (Tertentu) Untuk Mengelabui Dirinya (Aku)-nya.
Setelah Mengakui Statemen Bahwa Jika Manusia Meliputi Dua Bagian, Yaitu Alam Sadar (Bagian Yang Mempnyai Korelasi Dengan Pemikiran-Pemikiran Harian Dan Pengetahuan Terhadap Kehendak Dan Ikhtiarnya), Dan Alam Bawah Sadar (Bagian Yang Masih Tersembunyi Di Dalam Bathinnya Dalam Bentuk Sebuah Hasrat Yang Belm Terpuaskan), Maka Mereka Mengatakan, “Seringkali Terjadi Hasrat Yang Terjadi Dalam Diri Kita – Karna Satu Dan Lain Hal – Kita Tidak Mampu Memenuhinya, Serta Tersimpan Di Dalam Bathin Kita, Ketika Kita Tidur Dan Sistem Alam Sadar Kita Tidak Aktif, Hasrat Tersebut - Demi Sebah Pemuasan Yang Bersifat Imajinatif – Datang Menghampiri Alam Sadar Kita. Kadang-Kadang Hasrat Tersebut Menjelma Tanpa Sedikitpun Perubahan, Seperti Mimpi Seorang Yang Jatuh Melihat Kekasihnya Di Dalam Mimpinya, Dan Kadang-Kadang Ia Berubah Wujud Dan Menjelma Dalam Bentuk-Bentuk Yang Sesuai Yang Dalam Hal Ini, Mimpi Itu Perlu Penta’biran.
Atas Dasar Ini, Mimpi Senantiasa Mempunyai Interaksi Dengan Masa Lalu, Dan Sama Sekali Tidak Menyampaikan Berita Tentang Masa Yang Akan Datang. Mimipi Hanya Bisa Digunakan Untuk Membaca Rasio Bawah Sadar. Dan Oleh Karena Itu, Tidur Para Pasien Bisa Digunakan Sebagai Alat Bantu Penyembuhan Penyakit-Penyakit Kejiwaan Dengan Berdasarkan Pada Penemuan Rasio Bawah Sadar.”
Sebagian Dari Para ahli Nutrisi Mengklaim Adanya Hubungan Antara Mimpi Dan Kebutuhan Badan Pada Gizi Dan Menyakini, Misalnya : Apabila Seseorang Bermimpi Giginya Mengeluarkan Darah, Ini Berarti Ia Kekurangan Vitamin C.
AKAN TETAPI FILOSOF IDEALIS Mempunyai Interpretasi Yang Lain Tentang Mimpi. Mereka Mengatakan Bahwa Mimpi Bisa Dibagi Dalam Beberapa Bagian, Antara Lain :
a. Mimpi Yang Mempunya Hubungan Dengan Kehidupan, Hasrat, Dan Harapan Masa Lalu. Hal Ini Merupakan Bagian Penting Yang Membentuk Mimpi Manusia.

b. Mimpi Menakutkan Dan Tak Bermakna Yang Merupakan Akibat Dari Aktivitas Imajinasi Dan Khayalan, (Meskipun Hal Itu Bisa Jadi Mempunyai Motif Psikologis).
c. Mimpi Yang Berkaitan Dengan MasaYang Akan Datang Dan Memberikan Kesaksian Tentangnya.

Tanpa Ragu Lagi Bahwa Mimpi Yang Mempunyai Hubungan Dengan Kehidupan Masa Lalu Dan Merupakan Cerapan Kejadian-Kejadian Yang Telah Dilami Oleh Manusia Pada Sepanjang Kehidupannya, Tidaklah Mempunyai Makna Yang Khas. Demikian Juga Dengan Tidur Yang Tidak Tenang Dan Tidur Mengigau Yang Merupakan Hasil Dari Pikiran Yang Tidak Tenang, Sebagaimana Juga Mimpi Yang Biasa Dialami Oleh Orang Yang Memiliki Penyakit Panas Tinggi Dan MengigauTidaklah Mempunyai Makna Dan Ta’bir Yang Khusus Mengenai Kejadian Hidup Di Masa Mendatang, Meskipun Para Psikolog Dan Psikiater Menggunakannya Sebagai Sebuah Peluang Untuk Menemukan Akal Bawah Sadar Manusia Dan Menggunkannya Sebaga Kunci Untuk Penyembuhan Penyakit Psikologis. Dari Sini Diketahui Bahwa Ta’bir Mimpi Mereka Ditujukan Untuk Menemukan Rahasia-Rahasia Kejiwaan Dan Sumber Penyakit, Bukannya Untuk Mengeahui Kejadian Hidup Di Masa Mendatang.

Akan Tetapi, Mimpi Yang Berhubungan Dengan Masa Mendatang juga Mempunyai Dua Bagian, Antara Lain :

1. Mimpi Yang Merupakan Pengungkap Kejadian Masa`Datang Yag Sangat Jelas Sehinggan Tidak membutuhkan Ta’bir Lagi, Dan Terkadang Tanpa Terdapat Sedikitpun Perbedaan Dan Sangat Menakjubkan. Hal Ini Benar-Benar Menjadi Kenyataan Di Masa Datang, Baik Dalam Waktu Dekat Maupun Jauh.

2. Mimpi Yang Selain Merpakan Ungkapan Dari Kejaian Masa Datang, Juga Telah Mengalami Perubahan Dan Membutuhkan Ta’bir, Karena Adanya Faktor-Faktor Intelegensi Dan Spiritul Yang Khas.

Untuk Setiap Mimpi tersebut Terdapat Contoh Yang Begitu Banyak Yang Secara Keeluruhannya Tidak Bi Dipungkiri. Hak Ini Tidah Hanya Telah Disebutkan Dalam Literatur Agama Maupun Kitab-Kitab Sejarah, Bahkan Sering Pulla Teradi Dlam Kehidupan Kita Dan Orang-Orang Yang Kita Kenal Dengan Sedemikian Jeasnya, Sehingga Tidak Bisa Dikatakan Bhwa Semua ItuMerupakan Sebuah Akibat Yang Terjadi Secara Kebetulan.

0 comments:

Post a Comment