Showing posts with label Skripsi. Show all posts
Showing posts with label Skripsi. Show all posts



ABSTRAK


BAI AKSANAH (2012), PENDEKATAN LINGKUNGAN SEKITAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MENGENAI KOPERASI DI KELAS IV SD NEGERI PETIR 02  KECAMATAN PETIR KABUPATEN SERANG

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan di lapangan yang menunjukan rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS khususnya mengenai Koperasi karena cara guru  mengajar masih kurang memotivasi dan menarik minat siswa.
Rumusan yang dikemukakan adalah 1. Bagaimana kemampuan siswa dalam pembelajaran IPS mengenai koprasi dengan menggunakan pendekatan lingkungan sekitar di SD Negri Petir 2?, 2. Berapa besar peningkatan hasil belajar siswa pada bidang studi IPS mengenai koprasi melalui pendekatan alam sekitar di SD Negri Petir 2? Tujuan penelitian ini adalah 1. Ingin meningkatkan Kemampuan belajar siswa pada pembelajaran IPS mengenai koperasi dikelas IV dengan pendekatan lingkungan sekitar di SD Negri Petir 2 Petir Serang, 2. Ingin mengetahui berapa besar hasil belajar siswa melalui pendekatan lingkungan sekitar di SD Negri Petir 2 Petir Serang
Pembelajaran yang di gunakan adalah pendekatan lingkungan sekitar, dengan maksud ingin memperoleh gambaran dari fakta-fakta dilapangan. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas IV SD Negri Petir 02 dengan jumlah 31 orang.
Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan belajar siswa pada setiap siklusnya di lihat dari perolehan nilai sebagai berikut: Siklus I = 3.00 dan Siklus II = 4.00 dengan nilai persentase siklus II (75%) dan Siklus II (100%). Adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya, dilihat dari perolehan nilai rata-rata sebagai berikut: siklus I = 6.23 dan siklus II 7.30
Kesimpulan yang diperoleh adalah penggunaan pendekatan lingkungan sekitar dalam pembelajaran IPS mengenai koperasi dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rekomendasi bagi guru, hendaknya terampil dalam menentukan penggunaan metode dan pendekatan pembelajaran dalam proses pembelajarannya di sesuaikan dengan materi yang diajarkan agar pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton.



untuk mendapatkan skripsi lengkap klik di sini


ABSTRAKSI

SEPTINA ZIHADATI NUPUS, NIM. A-19.0708.2428, HUBUNGAN PROFESIONALISME GURU DENGAN  PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
(Studi Kasus Di SMP Terpadu Bismillah Padarincang Serang)
Profesionalime Guru adalah suatu profesi atau jabatan yang ditekuninya secara khusus di bidang pendidikan dan pengajaran. Serta selalu berusaha untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan profesinya. Sehingga dia menjadi Guru yang berkualitas dan mampu mengaplikasikan keahlian ilmu yang dimilikinya, terutama dalam mengantisipasi dinamika kurikulum agar relevan dengan perkembangan zaman.
Prestasi belajar adalah  perubahan pada diri siswa dapat dilihat setelah siswa tersebut mengalami proses belajar mengajar, di mana hasil dari kegiatan belajar tersebut berupa angka-angka yang dapat dilihat pada akhir semester.
Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana Profesionalisme Guru di SMP Terpadu Bismillah Padarincang Serang, 2. Bagaimana Prestasi Belajar Siswa Pada Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Terpadu Bismillah Padarincang Serang, 3. Apakah ada hubungan yang positif antara Profesionalisme Guru dengan prestasi belajar Siswa pada mata pelajaran  Pendidikan Agama Islam di SMP Terpadu Bismillah Padarincang Serang.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1.  Untuk mengetahui Profesionalisme Guru di SMP Terpadu Bismillah Padarincang Serang. 2. Untuk mengetahui Prestasi Belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Terpadu Bismillah Padarincang Serang. 3. Untuk mengetahui hubungan antara Profesionalisme Guru dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Terpadu Bismillah Padarincang Serang.
Penelitian ini di laksanakan di SMP Terpadu Bismillah Padarincang, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Deskriptive survey dengan teknik pengumpulan data Observasi, Wawancara, teknik dokumentasi populasi diambil dari kelas VIII dengan jumlah 124 X 25% = 31.
Berdasarkan hasil korelasi antara variabel X dan Variabel Y diketahui bahwa (rxy) diperoleh = 0,778 hal ini menunjukan terdapat korelasi yang erat karena ada di antara 0,60-0,799. Selanjutnya berdasarkan hasil uji signifikan bahwa thitung = 56,405 dan ttabel = 27,55 dimana thitung > dari ttabel yang interfrestasinya ialah terdapat korelasi fositif yang signifikan antara Profesionalisme Guru Dengan  Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Adapun kontribusi Variabel X terhadap Variabel Y adalah 60,53% sedangkan sisanya 39,47 dipengaruhi oleh faktor lain.


untuk mendapatkan skripsi lengkap klik di sini


ABSTRAK


MAEMUNAH Nim 12508 1211, Judul Skripsi Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Mabdail Falah Curug Kota Serang.

Perhatian orang tua adalah suatu upaya yang dilakukan oleh orang tuasebagai bentuk keaktifan jiwa yang diarahkan kepada suatu objek yakni kepada anak-anak dengan meraih tujuan hidup seperti yang dijelaskan pada tujuan pendidikan.
Prestasi belajar adalah  perubahan pada diri siswa dapat dilihat setelah siswa tersebut mengalami proses belajar mengajar, di mana hasil dari kegiatan belajar tersebut berupa angka-angka yang dapat dilihat pada akhir semester.
Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana Perhatian orang tua Siswa? Bagaimana Prestasi Belajar Siswa? Sejauhmana pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar Siswa Kelas II pada mata pelajaran  Pendidikan Agama Islam di SMP Mabdail Falah Curug Kota Serang.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui perhatian orang tua siswa, Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dan untuk mengetahui pengaruh antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas II pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Mabdail Falah Curug Kota Serang.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Mabdail Falah Curug Kota Serang dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa kelas II. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriftif survey, dengan teknik penumpulan data: observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan study pustaka.
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah berdasarkan data-data hasil penelitian tentang perhatian orang tua, diperoleh nilai Mean  43.17 standar deviasi 3.364 dan data prestasi belajar siswa diperolehi Mean  42.33 standar deviasi 2.940, sedangkan prestasi belajar siswa kelas II pada mata pelajaran  Pendidikan Agama Islam (Y) dipengaruhi sebesar 67,30 % oleh perhatian orang tua siswa sedangkan sisanya 33,7% disebabkan oleh faktor lain.
Sehingga perhatian orang tua siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas II pada mata pelajaran  Pendidikan Agama Islam, hal ini terbukti nilai thitung > ttabel, atau 7,596 > 2,048.



untuk mendapatkan skripsi lengkap klik di sini

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Meningkatkan kualitas belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar merupakan tanggung jawab guru, karena guru dengan kegiatan mengajarnya adalah membimbing aktivitas belajar siswa secara optimal.
Hasil dari pengajaran guru yang dilakukan secara optimal adalah tingkat prestasi siswa. Walaupun guru bukan satu-satunya syarat penunjang tercapainya prestasi siswa. Namun, tidak dapat dinapikan bahwa gurulah yang mempunyai peranan sangat besar dalam peningkatan mutu siswa, karena guru lebih banyak berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan. Di samping bimbingan guru dalam aktivitas belajar, sehingga siswa dapat mencapai prestasi belajar yang memuaskan, faktor lain yang juga menentukan adalah sikap siswa dalam belajar.
Sikap siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung bergantung pada kepiawaian guru dalam mengelola kelas, termasuk di dalamnya adalah menciptakan suasana yang nyaman, penampilan yang menarik dan kreativitas dalam menyampaikan muatan dari materi pelajaran. Hal-hal tersebut merupakan stimulus bagi siswa untuk mengembangkan minat belajarnya, sehingga yang terjadi kemudian adalah siswa merespon stimulus tersebut dengan sikap yang positif dan respon sikap negatif siswa seperti tidak suka, tidak nyaman, tidak menarik, tidak kreatif dan membosankan dapat dihindari dan pada akhirnya semua itu mempengaruhi tingkat prestasi siswa.
Namun dalam realitasnya, respon positif siswa dalam belajar sangat minim, maksudnya banyak lembaga lembaga pendidikan dewasa ini yang belum mampu mengoptimalkan serta melakukan penilaian khusus terhadap sikap siswa, justru yang terjadi adalah prilaku pengabaian terhadap hal ini, sehingga yang tercipta kemudian adalah sebaliknya, yakni sikap negatif siswa, baik terhadap materi pelajaran, terhadap guru, terhadap proses pembelajaran maupun terhadap peningkatan mutu siswa sendiri.
Sikap negatif yang ditunjukan siswa sebagai respon dari stimulus yang diterimanya akan berdampak pada tingkat prestasi siswa. Bagaimana mungkin siswa akan mencapai kualitas, mutu, atau prestasi yang maksimal jika siswa masih menunjukan sikap apatis, menolak, mengabaikan, dan tidak menyenagi hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar-mengajar.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, guru dituntut mempersiapkan diri dalam kegiatan belajar mengajar dengan optimal. Guru harus memiliki kompetensi keguruan sebagai wujud keprofesionalannya. Inilah yang dimaksud Uzer Usman (2000) bahwa, agar dapat mencapai hasil yang optimal dalam kegiatan mengajar, guru harus dan dituntut untuk meningkatkan mutu (kualitas) mengajarnya yakni guru mampu merencanakan program pengajaran sekaligus mampu pula melaksanakannya dalam bentuk pengelolaan kegiatan belajar mengajar . Sementara menurut Buchari Alma (2009), salah satu ciri dari perbuatan profesional adalah usaha untuk meningkatkan keterampilan mengajar (Teaching Skill) .
Dari kedua pendapat di atas, diyakini bahwa keterampilan mengajar guru akan berpengaruh terhadap perkembangan diri siswa baik itu dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Artinya, keterampilan mengajar guru akan mempengaruhi pandangan atau kecenderungan siswa dalam belajar. Hal ini bisa diamati dari sikap siswa dalam kegiatan belajarnya, sebagai respon dari aktivitas guru dalam mengelola kelas. Karena bagaimanapun guru sangat mempengaruhi cara berpikir dan pembentukan sikap siswa dalam belajar. Hal ini dapat dilihat dari sikap siswa, suka tidak suka, merasa nyaman atau tidak nyaman dalam menerima stimulus dari guru dalam belajar.
Tentu hal ini tidak mudah dilakukan oleh seorang guru, karena guru dituntut untuk menciptakan suasana nyaman serta menumbuhkan sikap positif dalam diri siswa selama kegiatan belajar mengajar, seperti memperhatikan dan menyenangi setiap situasi, media, objek dari materi yang disampaikan maupun sikap dari guru. Sehingga guru akan lebih mudah dalam mengembangkan minat belajar siswa dan memberikan motivasi kepada mereka. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah menyerap semua materi pelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam.
Bagi guru Pendidikan Agama Islam, keterampilan mengajar itu harus memuat nilai-nilai suci ajaran Islam, ini dapat diamati dari keterampilan guru dalam mengelola kelas, termasuk juga disini adalah sikap dan perilaku guru di depan siswanya. Hal ini sesuai dengan statement yang menyatakan bahwa pendidikan agama Islam sangat penting, maka guru pendidikan agama Islam dituntut menguasai keterampilan yang berkaitan dengan proses kegiatan belajar mengajar agar terimplementasi pada sikap belajar yang baik pula, yang mengarah kepada terciptanya tujuan pembelajaran .
Namun pada kenyataannya, kendala yang dihadapi guru dalam mengajar masih sering terjadi, ini disebabkan guru belum sepenuhnya memiliki kualifikasi sebagaimana diharapkan, yaitu masih rendah kemampuan penguasaan materi maupun kemampuan yang berkaitan dengan kompetensi profesionalismenya.
Dari deskripsi di atas, menumbuhkan ketertarikan penulis untuk mencermati dan meneliti lebih lanjut hubungan antara keterampilan mengajar guru yang dilandasi oleh kualifikasi kompetensinya dalam mengajar yang berimplikasi langsung pada perilaku siswa dalam belajar. Apakah guru dan kualitas yang dimilikinya mampu untuk menciptakan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran bidang studi PAI, apakah dengan keterampilan mengajarnya guru PAI mampu menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, menggunakan strategi dan metode yang menarik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.
Dengan latar belakang pemikiran di atas, penulis tertarik untuk melakukan studi “Hubungan Keterampilan Mengajar Guru dengan Sikap Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Islamiyah Sawangan Depok”

B. Identifkasi Masalah
1. Bagaimana prestasi siswa kelas XI dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?
2. Bagaimana kompetensi guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?
3. Bagaimana hubungan kompetensi guru dengan sikap belajar siswa kelas XI dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?
4. Bagaimana keterampilan mengajar guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?
5. Bagaimana hubungan keterampilan mengajar dengan proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?
6. Bagaimana sikap belajar siswa kelas XI dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?
7. Adakah Hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan sikap belajar siswa kelas XI dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?

C. Pembatasan Masalah
Agar pembahasan skripsi ini lebih terarah, maka penulis membatasi permasalahan yang ada sebagai berikut :
1. Keterampilan mengajar guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok
2. Sikap belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok
3. Hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan sikap belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok

D. Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah di atas, penulis dapat merumuskan masalah pokok dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagaimana keterampilan mengajar guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?
2. Bagaimana sikap belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?
3. Apakah terdapat hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan sikap belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Sawangan Depok?

E. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui keterampilan mengajar guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
2. Untuk mengetahui sikap belajar siswa kelas XI Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
3. Untuk melihat hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan sikap belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka penulis akan memaparkan beberapa manfaat dari karya ilmiah ini:
1. Manfaat Teoritis/Ilmiah
a. Mendapatkan data dan fakta yang sahih dan valid mengenai hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan sikap belajar siswa di lingkungan SMA Islamiyah Sawangan Depok.
b. Memberikan sumbangan bagi perkembangan khazanah ilmu pengetahuan, terutama bagi kemajuan ilmu pendidikan, khususnya sebagai sumbangan pemikiran bagi setiap pengelola sekolah dan para guru.

2. Manfaat Praktis
a. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Strata 1 (S-1) di Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatul Ilmi.
b. Memberikan masukan bagi Pengelola SMA Islamiyah Sawangan Depok.

untuk mendapatkan skripsi lengkap klik di sini